Pages

 

Minggu, 16 November 2014

Laboratorium Mini : Kemagnetan

0 komentar

a.   Tujuan : Mengetahui pola garis medan magnet

b.   Alat dan Bahan :
1.     Selembar kertas
2.    Serbuk besi
3.    Magnet batang

c.   Langkah kegiatan :
1.     Ambillah selembar kertas berwarna putih
2.    Letakkan sebuah magnet batang dibawah kertas          
3.    Taburkan serbuk besi diatas kertas

        akan diperoleh gambar serbuk besi seperti berikut :



4. Amatilah apa yang terjadi pada serbuk besi tersebut!

Jumat, 14 November 2014

PELURUHAN BETA

0 komentar

Seperti peluruhan alfa, peluruhan beta merupakan suatu cara untuk inti dapat merubah komposisinya supaya mencapai kemantapan yang lebih besar.
Peluruhan beta terjadi pada inti tidak stabil yang relatif ringan. Dalam peluruhan ini akan dipancarkan partikel beta yang mungkin bermuatan negatif (b-) atau bermuatan positif (b+). Partikel b- identik dengan elektron sedangkan partikel b+ identik dengan elektron yang bermuatan positif (positron). Pada diagram N-Z, peluruhan b- terjadi bila nuklida tidak stabil berada di atas kurva kestabilan sedangkan peluruhan b+ terjadi bila nuklidanya berada di bawah kurva kestabilan. Dalam proses peluruhan b- terjadi perubahan neutron menjadi proton di dalam inti atom sehingga proses peluruhan ini dapat dituliskan sebagai persamaan inti berikut.
            zXA →Z+1YA + â- + í
conthnya adalah :
            15P32 →16Y32 + â- + í
Sedangkan dalam proses peluruhan b+ terjadi perubahan proton menjadi neutron di dalam inti atom sehingga proses peluruhan ini dapat dituliskan sebagai persamaan inti berikut.
zXA →Z-1YA + â- + í
contohnya:
8O15 →7Y15 + â- + í

            Ada tiga jenis peluruhan b, yaitu :
1.      Pemancaran negatron (b-)
2.      Pemancaran positron (b+) dan
3.      Tangkapan elektron (EC)
Bila suatu inti mempunyai kelebihan netron, relatif terhadap isobar yang lebih stabil, kestabilan yang lebih besar akan dicapai dengan perubahan satu netron menjadi proton. Proses ini disebut pemancaran negatron atau peluruhan negatron.
                                                                    1n  →  1p + -1e   +  v
Bila suatu inti mempunyai kelebihan proton relatif terhadap isobar yang lebih stabil, kestabilan yang lebih besar dicapai dengan pengubahan suatu proton menjadi netron, pengubahan ini dapat dilakukan dengan pemancaran positron (peluruhan positron) atau dengan penangkapan elektron.
Pemancaran positron   1p    →   1n    +   +1e    +  v    
Bila dua inti saling berdekatan, penyusunan kembali nukleon dapat terjadi sehingga terbentuk satu atau lebih inti baru. Proses seperti ini disebut reaksi nuklir. Inti bermuatan positif dan gaya tolak antara keduanya cukup besar untuk mencegah keduanya untuk berdekatan sehingga bereaksi, kecuali jika keduanya saling mendekati dengan kecepatan tinggi. Dalam laboratorium, orang mudah menimbulkan reaksi nuklir dalam skala kecil yaitu dengan memakai partikel alpa yang dipancarkan oleh radionuklida atau proton atau inti lebih berat yang dipercepat dengan berbagai cara. Akan tetapi hanya satu reaksi nuklir yang terbukti merupakan sumber energi yang praktis dibumi, yaitu fisi inti tertentu bila ditumbuk oleh neutron.
Dalam reaksi nuklir sebenarnya berkaitan dengan dua langkah terpisah. Pertama partikel datang menumbuk inti target dan keduanya bergabung untuk membentuk inti baru yang disebut inti majemuk yang nomor atomik dan nomor massanya merupakan penjumlahan dari nomor atomik partikel-partikel semula dan penjumlahan nomor-nomor massanya.
Inti majemuk tidak memiliki “ingatan” bagaimana terbentuknya, karena nukleonnya tercampur tidak tergantung pada asalnya dan energi yang membawanya menjadi keadaan tersebut oleh partikel datang dibagi-bagi diantara nukleon-nukleon tersebut.
Dibawah ini beberapa reaksi yang menghasilkan inti majemuk 147N* (tanda bintang menyatakan keadaan eksitasi; inti mjemuk biasanya tereksitasi dengan jumlah energi sekurang-kurangnya sama dengan energi ikat partikel-partikel yang datang)
137N  +  10n ® 147N* (10,5 MeV)
136N  +  11H ® 147N* (7,5 MeV)
126C  +  21H ® 147N* (10,3 MeV)
116C  +  31H ® 147N* (22,7 MeV)

Pembentukan dan peluruhan inti majemuk mempunyai tafsiran yang sangat menarik berdasarkan model nuklir tetes-cairan. Menurut model ini, inti tereksitasi memiliki keserupaan dengan tetes cairan panas dengan energi ikat partikel yang dipancarkan bersesuaian dengan kalor penguapan molekul cairan. Tetes cairan seperti itu pada akhirnya akan menguapkan sebuah atau lebih molekulnya, sehingga mendinginkannya. Proses penguapan terjadi jika fluktusi acak dalam distribusi energi dalam tetesan menyebabkan molekul tertentu memiliki energi cukup untuk melepaskan diri. Demikian juga, inti majemuk mempertahankan eksitasinya, sampai suatu nukleon tertentu atau sekelompok nukleon tertentu dalam sesaat ternyata bisa memiliki fraksi yang cukup besar dari energi eksitasi untuk melepaskan diri dari inti tersebut.
Peluruhan beta pada hakekatnya merupakan konversi spontandari netron nukril menjadi proton dan elektron, kesukaran tersebut dapat diatasi dengan mengnggap bahwa elektron meninggalkan inti setelah elekron itu tercipta. Energi elektron yang teramamati secara malar dari 0 hingga harga maksimum Kmaks =yang merupakan karakteristik nekluidenya. Dalam setiap kasus , energi maksimumnya ialah
Emaks = m0 c2 + Kmaks
Yang dibawa oleh elektron peluruhan sama dengan energi setara dari beda massa antara inti induk dan inti anak. Hanya saja, sangat jarang elektron didapatkan terpancar dengan energi Kmaks . pada suatu ketika, diduga bahwa energi yang hilang terjadi ketika tumbukan antara elektron yang dipancarkan dan dan elektron atomik yang mengelilingi inti. Momentum linier dan momentum sudut didapatkan tidak kekal dalam peluruhan beta. Dalam peluruhan beta nuklide tertentu arah elektron yang terpancar dan inti rekoil dapat diamati, ternyata arah tersebut tidak selalu tepat berlawanan seperti yang diramalkan oleh hukum kekekalan momentum linier. Ketakkekekalan momentum sudut diturunkan dari spin ½ dari elektron, proton dan netron. Peluruhan beta menyangkut konversi netron nuklir menjadi proton :
n  → p + e-
karena spin masing – masing partikel yang tersangkut ialah ½ , reaksi tersebut tidak dapat terjadi jika spin ( jadi momentum sudutnya ) harus kekal. Dalam tahun 1930, paulimengusulkan jika sebuah partikel bermuatan dengan massa kecil atau nol dan spin ½ dipancarkan bersama – sama dengan elektron ketika terjadi peluruhan beta, penyimpanan momentum linier dan momentum sudut, sehingga diduga sebagai neutrino , membawa energi yang sama dengan selisih antara Kmaks dan energi kinetik elektron yang sebenarnya. Kemudian ditemukan terdapat dua neutrino yang tersangkut dalam peluruhan beta, neutrino itu sendiri ʋ dan anti neutrino anti ʋ. Dalam peluruhan beta yang biasa neutrinolah yang dipancarkan
n  → p + e- + ʋ                                    ( peluruhan beta )
hipotesis neutrino ternyata berhasil. Massa neutrino diduga tidak lebih dari fraksi kecil dari massa elektron, karena Tmaks teramati sama, sekarang massa neutrino diperkirakan sama dengan nol atau paling besar setara dengan beberapa volt. Penyebab tak terdeteksinya neutrino secara eksperimental ialah interaksinya denagn materi yang sangat lemah. Neutrino yang tak bermuatan dan tak bermassa, dan tidak memiliki sifat elektromagnetik seperti foton, dapat melalui materi yang jumlahnya besar tak terhalang. Sebuah neutrino bisa melintasi rata – rata lebih dari 100 tahun cahaya dalam besi sebelum berinteraksi.
Elektron positif baiasanya disebut positron. Sifat positron identik dengan elektron, kecuali muatan yang dibawanya adalah +e sebagai pengganti –e. Pemancaran positron sebagai bersesuaian dengan konversi proton proton nuklir menjadi neutron, positron dan neutrino.
p → n + e+ + ʋ                                     ( pemancaran positron.)
Neutron di luar inti mengalami peluruhan beta negatif menjadi proton karena massanya lebih besar daripada proton yang lebih ringan tidak dapat bertransformasi menjadi neutron, kecuali didalam inti. Pemancaran positron menghasilkan inti – anak yang nomor atomiknya lebih rendah dari Z, sedangkan nomor massaya tak berubah. Dekat hubungannya dengan pemancaran positron yaitu penangkapan elektron. Dalam elektron sebuah inti menyerap sebuah orbital elektron orbitalnya, sehingga hasilnya ialah sebuah proton nuklir menjadi sebuah neutron dan sebuah neutrino terpancar. Jadi reaksi pokok dari penangkapan elektron ialah
P + e- → n + ʋ
Biasanya elektron diserap oleh kulit K, dan foton sinar – x terpancar, ketika elektron atomik yang lebih luar jatuh mengisi keadaan yang kosong. Panjang gelombang foton merupakan karakteristik dari unsur inti – anak, bukan inti asalnya, dan proses itu dapat dikenal atas dasar itu.
Penangkapan elektron bersaing dengan pemancaran positron, karena kedua proses itu menghasilkan transformasi nuklir yang sama. Penangkapan elektron terjadi lebih sering daripada pemancaran positron dalam unsur berat karena orbit elektron unsur seperti itu memiliki jari – jari yang lebih kecil; elektron yang lebih dekat ini memungkinkan interaksi yang lebih kuat dari intinya. Karena hampir semua inti tak mantab dalam alam Z – nya tinggi. Peluruhan beta proton dalam inti mengikuti skema sebagai berikut:
p → n + e+ + ʋ
karena penyerapan elektron oleh inti setara dengan pemancaran positron, reaksi penangkapan elektron adalah :
P + e- → n + ʋ
Pada intinya antineutrino setara dengan pemancaran neutrino, sehingga reaksi
P + ʋ → n + e+
Menyangkut proses fisis yang sama dengan peluruhan beta. Reaksi yang kedua ini, disebut peluruhan beta balik.
Dua reaksi peluruhan beta balik
P + ύ  → n + e+
n + ʋ → p + e-
mempunyai peluang yang sangat rendah, sehingga neutrino mampu menembus sejumlah materi besar. Jumlah fluks neutrino yang sangat besar diahsilkan dalam matahari dan bintang lain ketikaka terjadi badai nuklir didalamnya, dan fluks ini kelihatannya dapat bergerak bebas kesegala penjuru semesta. Beberapa persen dari energi yang dilepaskan dalam reaksi seperti itu dibawa neitrino.
Interaksi nuklir yang kuat yang mengikat nukleon bersama untuk membentuk inti tidak bisa menerangkan peluruhan beta. Interaksi berjangkauan pendek yang lain ternyata bertanggung jawab untuk gejala itu : interaksi lemah. Sejumlah struktur materi yang dipersoalkan, peranan interaksi lemah kelihatannya terbatas pada penyebab peluruhan beta didalam inti yang rasio neutron/proton tidak memadai untuk menjaga kemantapan. Interaksi ini juga mempengaruhi partikel elementer yang bukan merupakan bagian dari inti dan dapat menyebabkan transformasi menjadi partikel lain. Nama “ interaksi lemah “ timbul karena gaya berjangkauan pendek lain yang mempengaruhi nukleon sangat kuat seperti yang ditunjukan oleh energi ikat yang sangat tinggi dari inti. Interaksi gravitasional lebuh lemah dari pada interaksi lemah pada jarak di mana yang kedua merupakan faktor penting.
Jadi ada empat interaksi pokok yang dipandang cukup untuk mengatur struktur dan perilaku seluruh alam semesta fisis, dari atom sampai galaksi bintang : gravitasional, elektromagnetik, nuklir kuat, nuklir lemah.


Pemancar Beta
Sebagian besar pemancar beta ini dihasilkan melalui penembakan partikel neutron pada nuklida stabil. Oleh karena itu di dalam reaktor nuklir didapatkan berbagai macam pemancar beta. Energi radiasi beta bersifat kontinu. Pemancar beta sering digunakan dalam kedokteran dan juga dalam industri untuk mengukur ketebalan materi. Pemancar beta yang sering digunakan dalam kedokteran misalnya Sr-90, Y-90, P-32, Re-188, sedangkan untuk industri sering digunakan Sr-90, P-32, Tl-208. Contoh reaksi inti untuk menghasilkan pemancar beta adalah :
13Si31 + 0n1 → à + 15P32 + b-

Sifat Radiasi Beta
  1. Daya ionisasinya di udara 1/100 kali dari partikel a.
  2. Jarak jangkauannya lebih jauh daripada partikel a, di udara dapat beberapa cm.
  3. Kecepatan partikel b berkisar antara 1/100 hingga 99/100 kecepatan cahaya.
  4. Karena sangat ringan, maka partikel b mudah sekali dihamburkan jika melewati medium.
  5. Partikel b akan dibelokkan jika melewati medan magnet atau medan listrik.


Daftar pustaka
Beiser, Artur.1986.Konsep Fisika Modern Edisi Empat Alih Bahasa The Hou Liong. Jakarta : Erlangga

Haditjahyono,Hendriyanto. - . Dasar Fisika Modern. - : -

Hukum I dan II Termodinamika

0 komentar

PENDAHULUAN


          Termodinamika merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara energi dan kerja dari suatu sistem. Termodinamika hanya mempelajari besaran-besaran yang berskala besar (makroskopis) dari sistem yang dapat diamati dan diukur dalam eksperimen. Dalam Hukum I Termodinamika dinyatakan bahwa energi bersifat kekal, tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Namun tidak ada batasan mengenai perubahan energi mana yang dapat terjadi dan tidak dapat terjadi. Batasan-batasan perubahan yang terjadi kemudian dijelaskan lebih lanjut ke dalam Hukum II Termodinamika. Dalam konsep ini dijelaskan mengenai bagaimana perubahan usaha menjadi kalor dapat terjadi, begitu pula mengenai proses sebaliknya.
         Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka akan dikaji mengenai beberapa hal. Diantaranya yaitu tentang Permasalahan Hukum I Termodinamika dan siklus Termodinamika serta Konsep Hukum II Termodinamika dan Perubahan Usaha menjadi Kalor dan Sebaliknya.


PEMBAHASAN

Permasalahan Hukum I Termodinamika dan siklus Termodinamika. 

Pada Hukum I Termodinamika dinyatakan bahwa apabila  sistem  gas  menyerap  kalor  dari  lingkungan  sebesar Q , maka  oleh  sistem mungkin akan diubah menjadi:
a.  usaha luar (W) dan perubahan energi dalam (U),
b.  energi dalam saja (U), dan
c.  usaha luar saja (W).
Atau secara matematis dinyatakan sebagai :

Q=∆U+W 

Agar suatu sistem dapat terus-menerus melakukan usaha yang berguna maka sistem tersebut harus bekerja dalam suatu siklus, yaitu mulai dari suatu keadaan awal dan melalui proses termodinamika kembali ke keadan awalnya. Perubahan  sistem  dari  suatu  keadaan  ke  keadaan  lain,  dan  kembali  berubah  ke  keadaan  semula disebut siklus. Prinsip inilah yang digunakan untuk mesin-mesin kalor, yaitu bahwa agar dapat melakukan usaha secara terus-menerus, sistem harus bekerja dalam suatu siklus.

          Sadi  Carnot,  seorang  insinyur  berkebangsaan  Prancis  pada  tahun  1824 mengembangkan sebuah model mesin ideal – selanjutnya disebut mesin Carnot -, yaitu mesin yang paling efisien dengan siklus yang terdiri dari empat proses yaitu: pemuaian isotermal dan adiabatik, serta pemampatan isotermal dan adiabatik. Adapun usaha total yang dilakukan sistem untuk satu siklus kuivalen  dengan  selisih  antara  kalor  yang  diserap  sistem  dari reservoir  suhu  tinggindengan  kalor  yang  dibuang  sistem pada  reservoir  suhu rendah. Dapat dikatakan bahwan pada mesin Carnot telah terjadi perubahan energi kalor menjadi usaha.

                 Hukum  Kekekalan  Energi  yang  dinyatakan  dalam  Hukum  I  Termodinamika menyatakan  bahwa  energi  dapat  diubah  dari  satu  bentuk  ke  bentuk  lain.  Misalnya, perubahan  usaha  (energi  potensial)  menjadi  energi  kalor  atau  sebaliknya.  Akan  tetapi, tidak semua perubahan energi yang terjadi di alam ini prosesnya dapat dibalik seperti pada Hukum I Termodinamika. Pada Hukum I Termodinamika ini tidak terdapat petunjuk adanya arah dan batasan-batasan perubahan  yang terjadi. 
Adapun permasalahan yang tidak dapat diterangkan dalam Hukum I Termodinamika antara lain :
1. Dapatkah kalor mengalir dari benda yang dingin ke benda yang lebih panas atau dari benda yang  sama  suhunya  dengan tiba­tiba dapat  mengalirkan  kalor, sehingga suhu  kedua benda menjadi berbeda.
2. Dapatkah  energi  kalor  seluruhnya  diubah  menjadi  energi  mekanik  atau  usaha  secara terus­menerus.
3. Dapatkah energi diubah sekehendak kita.
4. Dapatkah energi kalor seluruhnya diubah menjadi usaha.
Jawabannya adalah dapat, tetapi hanya untuk satu proses atau satu tahap saja.

Konsep Hukum II Termodinamika dalam Perubahan Usaha menjadi Kalor dan Sebaliknya


Hukum II Termodinamika membatasi perubahan energi mana yang dapat terjadi dan yang tidak dapat terjadi. Pembatasan ini dinyatakan dengan berbagai cara, antara lain :
Hukum II Termodinamika dalam menyatakan aliran kalor (menurut Rudolf Clausius).
"Kalor  mengalir secara spontan  dari benda bersuhu tinggi ke  benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya."
Hukum II Termodinamika dalam pernyataan tentang mesin kalor (menurut Kelvin dan Planck)
"Tidak  mungkin  membuat  suatu  mesin  kalor  yang  bekerja dalam suatu siklus yang semata­mata menyerap kalor dari sebuah reservoir dan megubah seluruhnya menjadi usaha luar."
Hukum II Termodinamika dalam pernyataan entropi.
"Total entropi semesta tidak berubah ketika proses reversibel terjadi dan bertambah  ketika proses irreversibel terjadi."

Proses  Reversibel  :  suatu  proses  yang  dapat  dibalikkan  ke  keadaan  semula  tanpa  mengubah keadaan sekelilingnya.
Proses  Irreversibel  :  suatu  proses  yang  tak  terbalikkan.  Untuk  mengembalikkan  ke  keadaan semula harus mengubah keadaan sekelilingnya.

           Adapun untuk  menjelaskan  tidak  adanya  reversibilitas  para  ilmuwan  merumuskan  prinsip baru,  yaitu  Hukum  II  Termodinamika,  dengan  pernyataan:  “kalor  mengalir  secara alami  dari  benda  yang  panas  ke  benda  yang  dingin,  kalor  tidak  akan  mengalir  secara spontan dari benda dingin ke benda panas”

               Termodinamika  menyatakan  bahwa  proses  alami  cenderung  bergerak  menuju  ke keadaan  ketidakteraturan  yang  lebih  besar.  Ukuran  ketidakteraturan  ini  dikenal  dengan sistem  entropi. Entropi merupakan besaran termodinamika yang menyertai perubahan setiap keadaan dari awal sampai keadaan akhir sistem. Karena entropi menyatakan ketidak teraturan sistem, berarti jika suatu sistem memiliki entropi yang tinggi maka sistem tersebut makin tidak teratur.

            Perubahan entropi suatu sistem hanya tergantung pada keadaan awal dan akhir. Proses reversibel tidak mengubah total entropi dari semesta, tetapi setiap proses irreversibel selalu menaikkan entrpi semesta.

               Entropi  (  S  )  adalah  suatu  ukuran  banyaknya  energi  atau  kalor  yang  tidak  dapat diubah  menjadi  usaha.  Perubahan  entropi  (  ∆S  )  untuk  sistem  yang  mengalami  proses reversibel dirumuskan sebagai :  
∆S=(Q/T)_reversibel

dimana :
∆S   :   perubahan entropi (JK-1)
Q   :   kalor yang diserap sistem (J)
T   :   suhu mutlak sistem (K


Hukum II termodinamika membatasi arah aliran kalor yang secara alamiah hanya dapat mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Agar kalor  dapat  dialirkan  pada  arah  sebaliknya  diperlukan  usaha  luar. Prinsip inilah yang diaplikasikan pada mesin pendingin.
Aliran kalor pada mesin pendingin merupakan kebalikan dari aliran kalor pada mesin kalor. Usaha yang berasal dari energi listrik digunakan  untuk  menyerap  kalor  dari  makanan  yang  tersimpan dalam  reservoir  dingin  untuk  dibuang  pada  reservoir  panas, yaitu udara disekitar mesin.




Sumber :
Hamid, Abu Ahmad. 2007. Diktat Kuliah Termodinamika. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.
Astono. 2003. Diktat Termodinamika. Universitas Muhammadiyah Purworejo

VISKOSITAS ZAT CAIR

0 komentar
Benda yang akan dijatuhkan pada zat cair tanpa kecepatan awal akan mendapatkan percepatan dengan gaya-gaya yang bekerja :
         
ΣF= W-FA-FR
m.a= W-FA-FR

ket:
W= berat benda (N)
FA= gaya tekan keatas (N)
FR= gaya gesek zat cair (N)
m= massa benda (kg)
a= percepatan (m/s2)
    
     Gaya gesek zat cair disebut juga gaya gesek newton dimana yang akan dialami benda berbanding lurus dengan kecepatan. Cairan dalam hal ini disebut cairan newton. Apabila benda berbentuk bola dan v adalah kecepatan gerak bola, maka :
FR= 6.ᴫ.η.v.r
     Dengan η adalah viskositas fluida, r adalah jari-jari bola , dan v adalah kecepatan yang dialami bola saat  melewati fluida. Semakin besar kecepatan benda maka semakin besar gaya gesek yang dialami benda tersebut. Maka suatu saat akan terjadi kelembaman atau keseimbangan dinamis(benda bergerak tanpa percepatan).
            FR=W-FA
       Dari persamaan-persamaan rumus diatas, maka dapat dituliskan:
                   Dan untuk ketelitian dalam penghitungan kecepatan ,maka diperlukan faktor koreksi,yaitu :

                   Dengan v adalah kecepatan yang telah dikoreksi, v’ adalah kecepatan berdasarkan pengamatan (s/t), r adalah jari-jari bola, R adalah jari-jari dalam tabung dan L adalah panjang zat cair dalam tabung.

LiFi : Koneksi Internet dengan Cahaya

0 komentar


          Yang kita tahu selama ini teknologi koneksi internet adalah WiFi. WiFi merupakan sinyal atau koneksi internet yang berasal dari frekuensi radio. Sebuah start-up di Inggris membuat sebuah terobosan baru dalam hal teknologi koneksi akses internet tersebut. Sinyal atau  koneksi internet  kini dapat dipancarkan melalui sebuah bola lampu LED menggunakan spektrum cahaya.
        Berbeda dengan WiFi yang  menggunakan frekuensi radio (RF) untuk mengirimkan data, LiFi memanfaatkan spektrum cahaya VLC (Visible Light Communication) untuk mengirimkan informasi. VLC masuk ke dalam kategori Optical Wireless Communications (OWC). OWC meliputi infra-red, ultra-violet communication juga visible light.
          LiFi memanfaatkan spektrum cahaya VLC (Visible Light Communication) untuk mengirimkan informasi. Berbeda dengan WiFi yang  menggunakan frekuensi radio (RF) untuk mengirimkan data. VLC masuk ke dalam kategori Optical Wireless Communications (OWC). OWC meliputi infra-red, ultra-violet communication juga visible light.
          Teknologi yang diklaim sebagai yang pertama kali ditemukan di dunia ini dikenal dengan nama PureLiFi, diciptakan oleh ilmuwan bernama Profesor Harald Haas. Hal itu menarik minat sejumlah klub investor teknologi dan membuat mereka sejutu untuk mendanai pengembangannya dengan nilai investasi sekira USD10 juta (Rp120 miliar).     
Dikutip melalui Telegraph, Senin (13/10/2014), prosesor Haas mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari internet of things. Dia juga mengarapkan PureLiFi akan menjadi standar untuk pengembangan jaringan 5G di masa depan.

“Permintaan industri di seluruh dunia untuk produk ini menunjukkan bahwa LiFi dipandang sebagai teknologi transformatif yang dapat mengubah cara kita menggunakan internet,” kata Harald.
Baca Lebih lengkap di : http://majalahinovasi.com/

Senin, 20 Desember 2010

GAUL TREND MASA KINI

0 komentar

Ikut gaul emang asyik lho... soalnya lewat pergaulan, banyak informasi yang kita dapetin. Malah kita juga bisa update informasi yang kita punya, dari perkembangan teknologi sampai gaya hidup yang lagi trendi. Dari berita selebritis sampai wisata yang laris. Semuanya lengkap. Dan tentu kita bakal merasa pede dalam bergaul kalo kita nggak ketinggalan informasi. Nggak cuma ngeliatin orang-orang yang lagi asyik browsing and chatting. Pokoknya kita nggak bakalan dapet julukuan “PEJABAT GAPTEK” alias pPemuda Jaman Batu yang Gagap Teknologi... Hehehe...
By the way, ada juga loch temen kita yang ngerasa nggak asyik ikut gaul. Mereka beranggapan takut kebawa-bawa sama pengaruh buruk bergaulan. Karena dalam pergaulan kan nggak cuma kecanggihan teknologi, tapi ada juga gaya hidup trendi yang diadopsi dari negerinya BRITNEY SPEARS. Labih banyak having fun daripada manfaatin masa muda. Kalo nggak ngikut, ntar dibilang nggak solider. Apalagi sama teman dekat, repot banget kalo kudu nolak ajakannya. Kalo di ajak makan sih mending. Nah kalo di ajak ngadugem, free sex, narkoba, atau malakin orang? Wach... gaswat banget kan?
Nach sobat muda muslim. Ada yang mikir mandingan tersisihkan dari pergaulan daripada jadi korban. Pendapat ini nggak salah, karena kita nggak bisa bo’ong kalo remaja yang jadi korban salah gaul makin banyak. Tapi ada juga yang bilang justru remaja kudu gaul biar potensi dirinya berkembang. Ini juga bener. Karena sebagai makhluk sosial, sulit buat kita hidup tanpa orang lain. Lantas gimana dong?
Berikut penuturan seorang psikolog, Bpk. Zainun Mu’tadin, SPsi., MSi tentang remaja . Beliau bilang, remaja sama seperti makhluk hidup lainnya bakal melewati masa penyesuaian diri. Guru biologi kita bilang kemampuan beradaptasi. Seperti yang dilalui burung penguin hingga kulitnya tahan dingin walau nggak pake sweater atau syal, atau jerapah hingga lehernya panjang biar bisa makan pucuk-pucuk daun. Dalam istilah psikologi, adaptasi itu disebut adjusment . Yaitu suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan tuntutan lingkungan (Davidoff, 1991). Ka-rena itu karakter remaja akan sangat dipenga-ruhi oleh faktor lingkungan tempat doi beradaptasi. Catet yoo!
Nah, ternyata dari sisi teori bergaul emang penting buat remaja. Karena lewat pergaulan, remaja akan dididik secara tidak langsung untuk menyesuaikan sisi pribadi maupun sosialnya dengan lingkungan sekitar. Supaya bisa tetep diakui keberadaannya. Tapi, seperti orang bilang, teori nggak selalu berbanding lurus ama praktiknya di dunia nyata. Makanya kita kudu intip fakta pergaulan remaja biar punya sikap terbaik dalam bergaul. Yuk? Ngikuuut…!
Ditengah berita siswa-siswi berprestasi dalam ajang penelitian, olimpiade sains, seni dan olahraga, anak muda Indonesia saat ini terancam dalam masa chaos. Jutaan remaja kita menjadi korban perusahaan nikotin-rokok. Lebih dari 2 juta remaja Indonesia ketagihan Narkoba (BNN 2004) dan lebih 8000 remaja terdiagnosis pengidap AIDS (Depkes 2008). Disamping itu, moral anak-anak dalam hubungan seksual telah memasuki tahap yang mengawatirkan. Lebih dari 60% remaja SMP dan SMA Indonesia, sudah tidak perawan lagi. Perilaku hidup bebas telah meruntuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita.
Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 diperoleh pengakuan remaja bahwa :
- Sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.
- Sebanyak 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan.
- Sebanyak 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.
- Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan.
- Sebanyak 97% pelajar SMP dan SMA mengaku suka menonton film porno.
Astaghfirullah....Naudzubillahimindzallik. Mudah-mudahan kita tidak termasuk di dalamnya.
Anak gaul nggak boleh amburadul. Prinsip ini yang sering dipegang teguh ama temen-temen remaja sekarang. Bener lho. Penampilan bagi remaja setara dengan harga diri. Buruk penampilan alamat terkucil dari pergaulan. Maka-nya tren penampilan remaja nggak ada matinya. Dari gaya rambut, pakaian, sampe aksesoris semuanya kudu trendi.
Gaya rambut lurus, hitam, bebas ketombe, bebas kutu, bebas pajak, atau bebas parkir jadi impian remaji (remaja putri). Meski rambutnya kriba alias kribo abis, bukan hambatan untuk ikut kontes rambut indah sunsilk . Kalo perlu di- rebonding abis-abisan pake mobil galendong yang biasa ngeratain jalan yang mau diaspal. Untuk urusan pakaian juga sama. Basi bin kuno kalo pakaiannya nggak irit bahan, full press body , atau nggak bikin adre-nalin cowok marathon. Malah nggak sedikit yang mengamalkan lirik lagunya Tata Young yang Sexy, Naughty, Bitchy . Walah!
Anak cowok juga nggak mau ketinggalan. Penampilannya pengen kayak Samuel Rizal atau Nicholas Saputra yang termasuk 11 cowok terseksi dari layar lebar versi tabloid tv remaja, Gaul . Punya kekuatan magnet untuk menarik cewek-cewek kece. Gimana nggak, badan macho, seksi, plus camera face . Tahu kan camera face ? Itu lho tipe wajah yang mirip kamera. Baik yang pake blitz maupun yang nggak. Cocok nongkrong di etalase studio foto bareng kodak (apa kodok neh?). Hehehe….
Gaya rambut yang trendi, pakaian yang seksi, atau badan yang macho belon pas tanpa dilengkapi aksesoris. Topi, kalung, anting, gelang, tas, arloji, ponsel, walkman, atau mp3 player. Semuanya kudu yang paling anyar bin canggih. Nggak boleh ketinggalan juga informasi terbaru seputar tokoh idola, musik, film, atau dunia olahraga. Setelah semua peralatan dan perbekalan seperti di atas udah lengkap, tiba saatnya bagi remaja en remaji untuk unjuk gigi tebar pesona. Di sekolah, kantin, perpustakaan, mal, ang-kot, mikrolet, atau metro mini. Pede banget boo!
Tapi ngomong-ngo-mong, buat apa rem-aja-remaji bela-belain penam-pilannya? Ih. Plis deh….jangan ‘ppo’ (pura-pura o’on) gitu dong. Ya tentu untuk menarik perha-tian lawan jenis dong. Soalnya obrolan seputar tips en trik jitu untuk curi pandang cari perhatian dari lawan jenis udah jadi menu wajib remaja di se-tiap kesempa-tan. Kan nggak enak kalo ngedugem, ngeliat konser AFI, nonton Di Sini Ada Setan the Movie, atau ngisi perut paket Hokka Irrito cuma sendiri. Asyiknya ditemenin demenan. Selain ada temen ngobrol, kali aja doi juga bisa nraktir. Matre banget neh! Bukan anak gaul namanya kalo nggak punya hasrat untuk berpacaran atau gaul bebas yang kian tanpa batas…. tas… tas…
Sobat muda muslim, nggak salah kan kalo kita bilang gaul remaja kian hari kian identik dengan gaya hidup hedonis. Gaya hidup yang mengejar kesenangan dunia semata. Materi, popularitas, dan penampilan jadi tujuan utama. Mereka cenderung untuk lebih memilih hidup enak, mewah, dan serba kecukupan tanpa harus bekerja keras. Buat yang banyak doku, bisa aja ngikutin gaya hidup ini. Tapi buat yang kere, bisa-bisa malah ikutan casting artis Patroli, Sergap, atau Tangkap .
Gaya hidup ini juga melahirkan remaja bermental instan. Nggak mau jalanin proses untuk dapetin keinginannya. Yang penting hasil. Kalo ada jalan tikus atau pintu belakang, ngapain juga susah-suah lewat depan yang dijaga satpam en kudu permisi segala. Makanya nggak heran kalo yang ikut audisi AFI dan Indonesian Idol bejibun banget demi status seorang bintang. Udah gitu, mereka juga nggak gitu peduli ama orang lain. Yang penting dirinya sukses dan segala kebutuhannya terpenuhi. EGP (Emang Gue Pikirin alias individualis) banget tuh!
Pernah melihat liputan sebuah acara pentas sekolah di TV? Pernah mengamati bagaimana kaum remaja menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para wartawan? Kira-kira beginilah :
"Emm, pokoknya acara asyik banget, band-band yang tampil keren banget, musiknya OK, ya pokoknya te-o-pe deh!"
"Gila, acaranya keren banget gitu, lho! Aduh pokoknya keren deh... Pokoknya yang nggak dateng nyesel aja!!"
"Wah, pokoknya gua salut lah sama panitianya. Acaranya keren abis, booo!!"
Lalu bagaimana kalau dimintai komentar, misalnya tentang seorang artis favoritnya, katakanlah Jennifer Lopez?
"Wah Jennifer Lopez itu top banget, gitu lho! Bodinya seksi, suaranya bagus, cantik banget, aduh pokoknya keren deh!"
"Iya, gua demen banget sama J-Lo. Dia tuh udah seksi, jago nyanyi, udah gitu jago nge-dance lagi! Wah, tipe gua
banget, tuh!"
"Gua suka J-Lo.... karena apa ya? Ya karena dia keren aja, gitu!!!"
Entah bagaimana pendapat para guru di sekolah, yang jelas saya merasa prihatin dengan kondisi kemampuan berbahasa kaum remaja kebanyakan. Taufik Ismail sebelumnya sudah seringkali memperingatkan semua orang tentang betapa kurangnya pengajaran bahasa dan sastra Indonesia baik dari segi kualitas dan kuantitas. Saya percaya sang ikon sastra Indonesia itu memang benar.
Masalahnya bisa merembet kemana-mana. Dengan kemampuan berbahasa seperti ini, maka bisa dibayangkan bagaiman buruknya kualitas komunikasi yang terjadi di dunia remaja. Mereka tidak bisa me
nyampaikan maksudnya dengan baik. Sebenarnya tidak ada salahnya menggunakan bahasa non-baku, asalkan maksudnya tersampaikan. Tapi dari enam contoh kalimat di atas, berapa banyakkah informasi yang bisa kita dapatkan?
Dengan kondisi seperti ini, wajarlah kiranya jika para siswa sekolah jauh lebih memilih mengerjakan
soal-soal pilihan ganda daripada esai. Masalahnya jelas : mereka tidak mampu menyampaikan maksudnya dengan baik ; dengan cukup jernih sehingga bisa dimengerti oleh orang lain. Kalau cuma sekedar bilang "si A keren", "acara ini bagus", "desainnya ciamik" dan sebagainya, siapa pun bisa melakukannya. Tapi tidak ada yang mengerti maksud pembicaraannya sebenarnya. Keren seperti apa? Mengapa ia dibilang keren? Apa yang membuatnya merasa ia lebih keren daripada yang lain? Tidak ada secuil pun informasi!
Gaya berbahasa berkaitan erat dengan bahan bacaannya. Kalau yang dibaca remaja selalu masalah-masalah percintaan yang beraliran gombalisme, maka tidak heran jika pikiran mereka pun tidak terbiasa dengan hal-hal lain yang sebenarnya sangat penting. Jika pikirannya hanya disibukkan oleh hal-hal semacam itu, maka jangan heran jika mereka cenderung menghindar dari pembicaraan-pembicaraan serius (dan tentu juga tulisan-tulisan yang serius).
Menurut saya, di sekolah-sekolah, di milis-milis, atau di perkumpulan-perkumpulan pengamat bahasa dan sastra semacam FLP, misalnya, perlu digalakkan kebiasaan menyatakan pendapat. Apa pun pendapatnya, setiap orang harus bisa menyampaikannya dengan baik. Apa pun fenomena yang diamati, pasti benak setiap orang memiliki pendapat masing-masing. Mustahil ada manusia yang tidak memiliki pendapat. Yang ada hanyalah manusia yang tidak mampu atau tidak berani menyatakan pendapatnya itu.

Masalah komunikasi memang bisa berimplikasi kemana-mana. Hanya karena salah bicara, sepasang suami-istri bisa menemui perceraian. Karena maksud yang tidak tersampaikan, sudah tidak terhitung banyaknya manusia yang menyesal. Dan karena ketidakmampuan kita dalam merangkai kata, begitu banyak diskusi yang menemui kebuntuan. Singkat kata, kegagalan dalam berbahasa bisa berakibat fatal!
Yah, itulah beberapa yang dapat saya paparkan mengenai gaul trend masa kini. mudah-mudahan dapat menjadi cerminan bagi diri kita, agar kita menjadi manusia yang semakin baik... amiin...
 

Total Pageviews (01/03/2012)